Aplikasi Kaolin dalam refraktori
Kaolin adalah salah satu dari sejumlah tanah liat alumino-silikat yang dikonsumsi oleh industri tahan api. Tanah liat ini mempunyai kandungan alumina (Al2O3) sekitar 20% hingga 45,9% untuk kaolin murni secara teoritis.
Aplikasi Kaolin dalam semen
Semen adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis zat yang digunakan sebagai pengikat atau perekat. Semen terpenting yang diproduksi dari segi kuantitas adalah semen Portland, yang digunakan dalam konstruksi. Jenis semen lainnya termasuk pasangan bata dan sumur minyak yang diproduksi untuk aplikasi khusus dan semen kalsium aluminat, yang digunakan dalam refraktori.
Aplikasi Kaolin dalam serat kaca
Serat kaca adalah bahan berserat halus yang terbuat dari jenis bahan mentah yang sama yang digunakan untuk memproduksi kaca lembaran. Berbagai macam nilai diproduksi, yang dapat dibagi menjadi kategori penguat, isolasi dan optik. Serat kaca dicirikan oleh kekuatan tarik dan benturan yang tinggi, ringan, ketahanan tinggi terhadap serangan kimia, dan umumnya berbiaya rendah.
Aplikasi kecil kaolin
Konsumsi kaolin terkonsentrasi pada industri kertas, karet, keramik, refraktori, serat kaca dan semen. Industri yang lebih kecil namun tetap memerlukan konsumsi yang besar adalah cat, plastik, perekat dan penyegel serta bahan pendukung katalis. Di luar industri tersebut, kaolin digunakan dalam jumlah kecil oleh sejumlah industri. Roskill memperkirakan konsumsi kaolin di luar industri yang disebutkan di atas adalah sekitar 720.000 ton pada tahun 2002.
Aplikasi Kaolin di kertas
Penggunaan kaolin dalam industri yang paling penting sebagai mineral pengisi adalah dalam industri kertas dimana kaolin digunakan baik dalam aplikasi pengisi maupun pelapis. Namun, penggunaan kaolin berada di bawah tekanan dari mineral pesaing lainnya, terutama kalsium karbonat yang digiling dan diendapkan (GCC dan PCC).
